Thursday, October 22, 2015

Cinta Dunia Menyebabkan Manusia Lupa Kehidupan di Hari Akhirat



Cinta dunia adalah sesuatu yang sangat berbahaya. Perhatikan sabda Rasulullah SAW yang bermaksud : “Kalau begitu, bergembiralah dan berharaplah memperoleh sesuatu yang melapangkan diri kalian. Demi Allah, bukan kemiskinan yang aku khawatirkan akan menimpa diri kalian. Akan tetapi, aku kahwatir jika dunia ini dibentangkan untuk kalian sebagaimana ia dibentangkan untuk orang-orang sebelum kalian sehingga kalian berlomba sebagaimana mereka berlomba, dan akhirnya kalian hancur sebagaimana mereka hancur.” (Hadis riwayat Muslim (2961) dan al-Bukhari (6425), dan Ibnu Abi ad-Dunya dalam kitab tentang Zuhud hal. 73)

Firman Allah SWT maksudnya : “Ketahuilah, bahawa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan sesuatu yang melalaikan. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.” (Surah Al-Hadid (57) ayat 20)

Cinta dunia adalah segala sesuatu yang membuat kita lalai kepada Allah SWT . Contohnya walaupun amalan tersebut merupakan ibadah khusus seperti solat, puasa atau haji, sekiranya dikerjakan supaya dipuji oleh makhluk maka ianya dikira sebagai dunia kerana tidak akan diterima oleh Allah SWT. Sebaliknya pula apabila sesuatu amalan itu nampak seperti dunia contoh bekerja sebagai tukang kebun tetapi apabila niatnya mencari nafkah menyara keluarga dan dibuat semata-mata mencari redha Allah SWT, maka pekerjaan tersebut dikira sebagai ibadah (diberi pahala oleh Allah SWT).

Nabi SAW bersabda maksudnya : “Hampir tiba dimana umat-umat saling memanggil untuk melawan kalian sebagaimana orang-orang saling memanggil untuk menyantap hidangannya”.

Salah seorang bertanya: ”Apakah kerana sedikitnya kami ketika itu?

Rasul SAW menjawab, “Bahkan kalian pada hari itu banyak akan tetapi kalian laksana buih dilautan dan sungguh Allah mencabut ketakutan dan kegentaran terhadap kalian dari dada musuh kalian dan Allah tanamkan di hati kalian al-wahn”.

Salah seorang bertanya: "Apakah al-wahn itu ya Rasulullah?

Baginda menjawab: “Cinta dunia dan membenci kematian”

(Hadis Riwayat Abu Daud dan Ahmad).

Jika seseorang mencintai sesuatu, maka dia akan dikuasai oleh apa yang dicintainya. Jika orang sudah cinta dunia, maka akan datang berbagai penyakit hati. Ada yang menjadi sombong, hasad dengki, iri-hati dan menyusahkan diri sendiri untuk memikirkan yang tidak ada. Makin cinta pada dunia, seseorang akan melupakan hari akhirat. Bahkan, boleh berbuat perbuatan yang keji untuk mendapatkan dunia yang diinginkannya. Fikirannya selalu dunia, bekerja siang malam untuk mengejar dunia demi kepentingan diri sendiri.

Allah SWT berfirman maksudnya : “Barang siapa menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, nescaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia ini tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan” (Surah Hud (11) ayat 15-16).

Segala sesuatu dalam kehidupan dunia ini tidak akan bermakna, semua harta, gelar, pangkat, kedudukan dalam masyarakat dan populariti tidak akan bernilai di sisi Allah SWT jika tidak digunakan di jalan Allah SWT.

Perkara yang penting dalam kehidupan kita hanyalah amal-amal kita. Oleh sebab itu, janganlah kerana kekayaan dunia atau kekurangannya menyebabkan hati kita terlalu gembira atau bersedih. Jika kita kaya, jangan sampai kekayaan kita menjadikan kita sombong, begitu pula jika kita kekurangan harta, maka jangan sampai kekurangan tersebut menjadikan kita tidak mensyukuri nikmat Allah SWT kemudian banyak mengeluh dan kecewa.

Rasulullah SAW bersabda maksudnya : “Perumpamaan orang yang cinta pada dunia ibarat orang yang berjalan di atas air. Dapatkah orang berjalan di atas air, kakinya tidak basah?”

Dari Abu Sa'id Al-Khudry r.a dari Rasulullah SAW. bahawasanya baginda bersabda yang bermaksud : "Sesungguhnya dunia ini adalah manis lagi hijau dipandang. Dan sesungguhnya Allah menjadikan kalian sebagai khalifah di dalamnya, maka Allah akan melihat bagaimana yang kalian perbuat. Kerananya, berhati-hatilah pada dunia dan berhati-hati kepada wanita, kerana sesungguhnya fitnah pertama yang menimpa Bani Israel itu adalah fitnah wanita."
(Hadis Riwayat Muslim).

Ubat dari penyakit cinta dunia ini tidak lain adalah kezuhudan kita kepada dunia, yang mana Rasulullah SAW telah mengajarkan kita ummatnya untuk berlaku zuhud. Nabi SAW bersabda maksudnya : “Zuhudlah di dunia maka Allah akan mencintai kalian, dan zuhudlah atas apa-apa yang ada di sebagian manusia, maka kamu akan dicintai oleh mereka ” (Hadis Riwayat Ibnu Majah dalam kitab zuhud )

Perhatikan hadis berikut ini: “Andai saja kamu mengetahui, apa yang engkau akan lihat saat kematianmu, tentulah engkau tidak akan memakan segigit pun hidangan idamanmu, dan pula engkau tidak akan meminum lagi minuman lazat untuk memuaskan rasa dahaga mu yang tak terpuaskan” (Hadis Riwayat Ahmad dari Abu Dharda a.s)

Jabir bin Abdillah ra berkata, “Rasulullah SAW pernah memasuki sebuah pasar yang di kiri-kanannya dipenuhi manusia. Ketika itu baginda melewati seekor kambing kuper (telinganya kecil) yang telah menjadi bangkai. Lantas baginda menenteng telinga kambing itu seraya berseru, “Siapakah yang mau membeli kambing ini dengan harga satu dirham?”

Pengunjung pasar menjawab, “Sedikitpun kami tidak menginginkannya“.

Baginda bertanya lagi, “Apakah kalian mau jika anak kambing ini kuberikan percuma kepada kalian?”

Mereka menjawab, “Demi Allah, kalaupun anak kambing itu hidup, kami tidak akan menerimanya kerana cacat, maka bagaimana kami mau menerimanya setelah menjadi bangkai?”

Mendengar hal ini Nabi SAW bersabda, “Demi Allah, sesungguhnya dunia itu lebih hina dalam pandangan Allah daripada bangkai kambing kuper ini dalam pandangan kalian” (Hadis Riwayat Muslim)

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Barzah, bahawa Rasulullah SAW bersabda: “Tidak akan berganjak kedua kaki anak Adam pada hari kiamat sebelum ditanya tentang 4 perkara : Tentang umurnya untuk apa ia habiskan, masa mudanya untuk apa ia gunakan, hartanya dari mana diperoleh dan kemana dibelanjakan, dan ilmunya, apa yang diamalkannya.” (Hadis Riwayat Tirmidzi).

Selamat beramal & berbekal.

No comments: